Apa yang terjadi ketika temen lo bilang punya pulpen warna-warni yang bisa mengabulkan segala keinginan? Apakah percaya begitu saja atau butuh pembuktian? Pio, Difa, dan Theo ngobrolin tentang pentingnya pola pikir kritis dan saintifik, landasan untuk mencari kebenaran lewat pengujian secara terus menerus dan menantang pola pikir kritis dan logis. VirKill sebagai host di episode nol kali ini akan memperkenalkan kita pada segerombolan anak muda kritis pencinta ilmu pengetahuan dan berbagai materi obrolan seru yang bisa diharapkan di episode-episode mendatang. Dengerin podcast edisi trial kita disini, download, dan subscribe kami di itunes. Welcome to our science gossip club!

hhhmmm, kalian kan mengklaim diri kalian sebagai organisasi/komunitas yang hendak mempopulerkan kekritisan kepada orang2 yang berbahasa Indonesia, ya? (Sebab podcast kalian menggunakan bahasa Indonesia, juga contoh2 sehari2-nya)
begini, gua punya beberapa komentar untuk podcast kalian ini:
Pertama banget, gua sangat berharap, mudah2an sih kalian sudah pernah membaca “Discourse on the Sciences and Arts”-nya Rousseau, ya. Ato setidaknya, review tentang tulisannya tersebut. Kalo belom, menurut saya itu sangat wajib.
Kedua, kalo di dalam epistemologi, sains itu jelas hanya merupakan sebuah metode memperoleh pengetahuan, yang posisinya hanya lah sebuah cabang dari beberapa metode-metode lainnya. Nah, yang gua khawatirkan adalah, sama seperti metode-metode lain, yaitu bila sains mengklaim diri sebagai cara memperoleh pengetahuan yang paling benar. Sebab, wilayah kegiatan sains itu setidaknya, selalu dan di mana pun, sifatnya reduksionis serta empiris-oriented. Nah, kalo atas dasar itu, berarti sains bisa hanya benar bila sesuatu direduksikan serta berada pada kancah empiris. Nah, kalo mengurung diri dalam hal tersebut, lantas apa kabarnya moral? Society? Permasalahan bahasa? Seni? Metafisika?
Pingback: Menrva VOR Podcast Series – Episode 0: Sains Itu Penting, Jendral! « Menrva Indonesia